Lahan Basah Rawa Pasang Surut: Dari Tantangan Menjadi Potensi!
Bogor — Dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah, BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian menegaskan komitmennya untuk melestarikan sekaligus mengoptimalkan potensi lahan basah sebagai pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Lahan rawa pasang surut yang selama ini dianggap sebagai tantangan, kini terus didorong menjadi peluang strategis melalui pendekatan teknologi, modernisasi sarana prasarana, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Upaya ini dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya di wilayah pengembangan pertanian rawa seperti Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan BRMP Agroklimat adalah penyaluran benih Biosalin 2 Agritan, yakni varietas unggul hasil riset yang dirancang khusus untuk mampu beradaptasi pada kondisi lahan salin dengan kadar garam tinggi dan pengaruh pasang surut. Benih ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan basah secara signifikan.
Selain itu, BRMP Agroklimat juga mendorong modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi budidaya, serta mendukung hasil panen yang lebih optimal. Pemanfaatan alsintan menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian rawa menuju sistem pertanian modern dan berdaya saing.
Tidak hanya fokus pada teknologi, peningkatan kapasitas petani juga menjadi perhatian utama. Melalui bimbingan teknis, BRMP Agroklimat memberikan pendampingan kepada petani dan pelaku pertanian agar mampu mengelola lahan rawa pasang surut secara tepat, adaptif, dan berkelanjutan. Penguatan SDM pertanian ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi dan kemandirian petani dalam mendukung program swasembada pangan.
Dengan semangat Hari Lahan Basah, BRMP Agroklimat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keseimbangan ekosistem lahan basah sekaligus mengoptimalkan potensinya. Sinergi antara inovasi teknologi, modernisasi pertanian, dan peningkatan kapasitas SDM diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.